Article

The Synergy
to Move Forward
Release
May 12, 2017

ABMM Kerek Volume Produksi 40,62% Tahun Ini

Click to Enlarge

Bisnis Indonesia | JAKARTA — PT ABM lnvestama Tbk. menargetkan produksi batu bara pada tahun ini meningkat 40,62% menjadi 9 juta ton dan 6,4 jula Ion pada 2016 sebagai upaya mengoptimalkan potensi pemulihan haiga batu bara.

Direktur Utama ABM Investama Audi Djajanegara mengatakan, pemulilian hargahatubaia setelah mencapai titik terendah dalam 5 tahun, menjadi katalis utama peningkatan kineria perseroan pada tahun lalu.

"Pemulihan harga batubara dan strategi efesiensi yang telah kami lakukan sejak 2014 menjadi kunci dari perbaikan fundamental ABM Investama pada tahun laJu. Kami akan meningkatkan produksi batubara, sehingga kenaikan permintaan di negara besar seperti Tiongkok dan India dapat dioptimalkan," jelas Andi, Rabu [10/5).

Selain mjeningkatkan produksi batu bara, emiten berkode saham ABMM ini juga terus meningkatkan efisiensi operasional. Pasalnya, strategi tersebut terbukti efektif dalam memperkuat kinerja perseroan sepanjang tahun lalu dan di harapkan berlanjut pada tahun ini.

Pada 2016, ABM Investama mencatan pendapatan sebesar US$590,7 juta dengan EBITDA sebesar US$166,0 juta. Pada periode ini, perseroan berhasil meraih laba bersih sebesar US$ 12, 6 juta, atau membaik dibandingkan dengan rugi bersih senilai US$ 38,1 juta pada tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun lalu, ABMM juga mampu melakukan refinancing utang dan memangkas kewajiban hingga mencapai U5$ 110 juta.

Direktur Keuangan ABM Investama Adrian Erlangga mengatakan selain meningkatkan kapasitas bisnis batu bara, fokus ABMM pada tahun ini adalah terus memperkuat balance sheet dengan memangkas utang serta meningkalkan utilisasi dan produktivitas aset.

Sesuai dengan strategi jangka panjang ABMM untuk melakukan penyeimbangan portofolio, perseruan juga terus memperkuat bisnis selain batu bara seperti di sektor ketenagalistrikan dan jasa logistik.

"Pengembangan bisnis di luar irudusbri batu bara ini akan di-lakukan mulaj 2017," katanya.
Dia mengungkapkan sektor logistik akan menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis emiten tersebut pada masa depan.

Pasalnya, populasi yang semakin besar dan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis memberikan peluang pertumbuhan yang sangat besar bagi jasa logjstik di Indonesia.

ABMM adalah perusahaan energi terinlegrasi untuk investasi strategis dengan fokus pada sumber daya alam, jasa, dan infrastruktur.

Perseroan menyediakan solusi yang berfokus pada tiga unit bisnis utama, yaitu penambangan batu bara, jasa kontraklor pertambangan, dan tenaga listrik dengan dukungan engineering services dan logistik terintegrasi.

Perseroan merupakan bagian dari Crup Tiara Marga Trakindo, salah satu kelompok bisnis nasional terbesar di Indonesia yang telah 40 tahun berkecimpung di industri alat berat.

Penulis : Lukas Hendra